Ketika Terpilih menjadi Orangtua

Hal pertama yang mesti dilakukan saat kita telah menikah dan kemudian dikaruniai anak adalah terus bersyukur kepada Allah. Menjadi ayah dan ...




Hal pertama yang mesti dilakukan saat kita telah menikah dan kemudian dikaruniai anak adalah terus bersyukur kepada Allah. Menjadi ayah dan ibu adalah sebuah ujian. Anak adalah amanah yang titipkan kepada kita. Tugas utama kita adalah membuat anak bersyukur dan beribadah hanya kepada Allah SWT.

Tak semua orang yang telah menikah, dikaruniai anak. Ada yang harus menunggu sekira 1, 2 bahkan hingga lebih dari 5 tahun. Bahkan, ada yang memang belum kunjung diberi keturunan meski usia pernikahan sudah puluhan tahun. Ini juga bagian dari ujian dari Allah SWT.

Allah memilihkan ujian kepada setiap hambanya. Yang mentakdirkan seorang perempuan mampu mengandung atau tidak, hanyalah Allah semata. Punya anak atau tidak, tetap sama sama diuji oleh Allah. Meski ujian tak memiliki anak rasanya sangat pahit. Namun ketika kita mampu ridho dengan ketetapan Allah ini, maka kita akan diberi balasan pahala yang tak terhingga.

Ujian Pertama; Mampukah Kita Bersyukur?
Saat kita terpilih menjadi orangtua bagi anak anak kita, sejatinya itu adalah ujian dari Allah. Rabb semesta alam itu ingin melihat, mampukah kita selaku hambanya bersyukur hanya kepada-Nya? Jika kehadiran anak dalam hidup kita disyukuri dengan baik, maka Allah pasti memberikan pahala besar. Namun sebaliknya, jika kita tak mensyukuri karunia Allah tersebut, siap siap saja rumah tangga akan diguncang pelbagai prahara.

Boleh boleh saja kita bergelimangan harta, karir bagus dan strata sosial juga terpandang. Namun jika kita gagal bersyukur kepada Allah, bisa jadi ujian berikutnya berbentuk sayyiah (buruk). Betapa banyak bibit bibit kedurhakaan sang anak ditanamkan oleh kedua orangtuanya secara tanpa sadar. Diberi kelapangan rezeki, diberi karunia anak, tapi ibadah asal asalan bahkan ada yang bolong-bolong, siap siap saja akan ada hal buruk yang akan dilakukan anak di masa yang akan datang.

Bentuk rasa syukur kita kepada Allah saat dititipi amanah berupa anak, diantaranya adalah dengan menerima sepenuh hati apa yang telah Allah berikan dan menjalankan semua ketaatan hanya kepada Allah. Disinilah pentingnya sebuah ilmu menjadi orangtua. Islam sudah mengatur mekanisme bagaimana caranya mendidik dan membesarkan anak agar mereka tumbuh jadi anak-anak yang berbakti. Kabar baiknya, buku ini akan memandu anda step by step sehingga anda bisa lebih hemat waktu ketimbang mempelajarinya secara otodidak. Ada kewajiban kewajiban yang mesti ditunaikan manakala kita sudah terpilih sebagai orangtua bagi anak-anak kita. Semuanya akan dibahas secara bertahap di bab-bab berikutnya.

Ujian berikutnya, saat kita terpilih menjadi orangtua adalah rasa takut dan cemas. Sebagian orang akan mengalami hal ini. Dimana ia mengalami kebingungan, kecemasan dan diliputi rasa takut akan nasib dari anak-anaknya. Jangankan membiayai anaknya, buat makan sehari hari saja susah banget. Rumah belum punya, penghasilan sangat tak mencukupi, lilitan utang terus menghimpit, serasa sempit sekali menjalani hari hari menjelang kelahiran anak tersebut. Hingga setan memberikan was-was kepada pikiran orang tersebut agar menggugurkan atau membunuh janin bayi itu. Setan menjanjikan solusi atas masalah yang tengah dihadapi. Sayangnya, solusi tersebut adalah solusi yang sesat.

Menggugurkan janin bayi dalam rahim merupakan dosa besar. Allah melarang hal tersebut. Jika nekad dilakukan, siap siap saja menerima laknat dari Allah SWT. Hidup semakin rumit dan terus diliputi dengan kesengsaraan hati.

Bahkan ada yang lebih ekstrem lagi. Dimana ayah ibu tega menjual sang bayi karena alasan ekonomi. Demi Allah, hal tersebut dosa yang pasti akan berujung dengan penyesalan tiada bertepi saat nanti di akhirat. Kecuali mereka yang bertaubat dan melakukan perbaikan.

Ada juga orangtua yang gagal bersyukur, dengan cara mengeksploitasi anak-anaknya. Sang anak dijadikan alat untuk mencari uang. Anaknya ada yang disewakan untuk jasa gendong anak, hal ini sangat berguna untuk menarik simpati saat mengemis di jalanan. Bayangkan, anak tak berdosa, dibiarkan menerima obat obat bius dan sejenisnya. Tentu di masa depannya, akan banyak kerusakan syaraf yang mesti ia tanggung.

Lebih gila lagi, ada orangtua yang menjual harga diri anaknya. Orangtua yang durhaka berani menjajakan anaknya sebagai pelacur kepada lelaki hidung belang. Sudah dapat dosa besar dan laknat, eh rusak pula generasi keluarganya.

Beruntunglah mereka yang dikaruniai anak, lantas bersyukur dan sabar menjalani semua episode menjadi orangtua. Pasti Allah berikan keberkahan pada hartanya. Allah pasti tambahkan rezeki keluarga tersebut dan menumbuhkan rasa kebahagiaan di antara anggota keluarganya.

Bagi mereka yang belum dikaruniai anak, jangan terlalu bersedih. Allah pasti merencanakan hal terbaik di masa yang akan datang. Allah ingin terus mendengar doa-doa dan jeritan hati anda. Dengan hal itu, anda diberi keridhoan Allah dan surga menjadi balasan atas kesabaran menggung rasa perih menerima ujian tak memiliki buah hati. Pada akhirnya, ujian berupa tak memiliki anak akan menjadi sebuah kebaikan bagi mereka yang mengimani takdir Allah tersebut.

Ujian ketiga, saat kita terpilih sebagai orangtua adalah rasa bangga. Hati-hatilah saat kita dikaruniai anak yang luar biasa dan sesuai harapan ayah ibunya, lantas ada perasaan yang muncul. Merasa bangga dan membangga-banggakan keluarga sendiri. Mulai meremehkan oranglain. Mulai memandang negatif orang lain yang tak selevel dengannya. Berhati hatilah. Jangan sampai anak kita membuat kita durhaka kepada Allah. Jangan sampai anak-anak kita menumbuhkan rasa ujub atas ilmu yang kita miliki. Pada akhirnya, membangga-banggakan anak bisa mengantarkan diri kita pada kemurkaan Allah. Hal ini yang mesti dihindari.

Apapun kondisi anak kita, terima saja. Tetap tawadhu (rendah hati) dan cobalah berempati kepada mereka yang belum dikaruniai anak. Jagalah lisan kita agar tak melukai hati mereka. Biar tumbuh bibit bibit ketaqwaan pada hati anak-anak kita nantinya.

Amal ayah ibu, turut mempengaruhi perkembangan psikis dan ruhiyyah sang anak. Asalnya anak itu karunia yang baik, tetapi jika kita membangga banggakannya bahkan diekspos ke media sosial segala, siap siap saja karunia itu berubah jadi musibah.

Dalam sebuah hadits dikatakan, ada sebuah penyakit yang akan menimpa anak kita, manakala kita mengekspos anak anak dan terlihat oleh mereka yang iri di hatinya. Inilah penyakit 'ain yang mesti dihindari.

Jika kita terpilih menjadi ayah dan ibu bagi anak-anak kita, pastikan kita lulus ujian tahap pertama. Agar di episode berikutnya, ujian jadi terasa lebih mudah untuk dijalani. Agar Allah memberikan karunia yang lebih dan bertambah tambah sebab kita mampu melalui ujian ini dengan rasa penuh kesyukuran kepada Allah.

COMMENTS

Name

Inspirasi Keluarga Nasional Pernikahan Politik
false
ltr
item
Fokrin Official: Ketika Terpilih menjadi Orangtua
Ketika Terpilih menjadi Orangtua
https://1.bp.blogspot.com/-b7muaPAAXIo/X7kQthiul0I/AAAAAAAACck/68z9JlviSyIoMGBXLjbc9HGnTic9pmxvwCNcBGAsYHQ/s16000/IMG_20160620_103014.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-b7muaPAAXIo/X7kQthiul0I/AAAAAAAACck/68z9JlviSyIoMGBXLjbc9HGnTic9pmxvwCNcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20160620_103014.jpg
Fokrin Official
https://www.linkberkah.com/2020/11/ketika-terpilih-menjadi-orangtua.html
https://www.linkberkah.com/
https://www.linkberkah.com/
https://www.linkberkah.com/2020/11/ketika-terpilih-menjadi-orangtua.html
true
1869951709187182779
UTF-8
Belum ada konten disini LIHAT SEMUA Baca Sekarang Balas Batal Balas Hapus oleh Home HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA LAINNYA KATEGORI ARSIP CARI Belum ada yang kamu cari, punteun ya Kembali ke Home Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago