Tentang Jodoh Seseorang

 


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap anak manusia yang ditakdirkan hidup, maka takdir yang lainnya juga ikut ditetapkan di Lauh Mahfudz. Takdir yang dimaksud adalah umurnya, suka dukanya hingga jodohnya.

Yang menarik, ternyata Allah sudah menetapkan jodoh bagi tiap orang. Karena hal ini termasuk perkara yang ghaib, maka hati dan pikiran kita hanya bisa menerima dengan keimanan.

Kalau sudah tertakdir, enak dong gak usah repot repot susah payah cari jodoh? Nanti juga kalau udah jodoh pasti bertemu. Begitu kan?

Tak sepenuhnya benar, hehe. Pertama, betul Allah sudah menyiapkan jodoh bagi setiap orang. Hanya saja ada mekanisme sunnatullah (yang sudah ditetapkan Allah) sehingga setiap orang mau tidak mau mesti tunduk dengan mekanisme tersebut. Jika melawan sistem mekanisme itu, maka akan ada konsekuensi negatif yang mesti siap kita terima. Diantaranya adalah perubahan dari jodoh terbaik menjadi jodoh yang buruk.

Kedua, Allah maha baik kepada setiap manusia. Allah menjodohkan tiap orang dengan jodoh terbaik, pada awalnya. Hanya saja, takdir jodoh itu bisa berubah manakala kita menempuh jalan hidup yang buruk. Secara umum, konsekuensinya ialah ia berpotensi dipasangkan dengan jodoh yang buruk pula. Umpamanya seperti ini: Saat kanak kanak ia baik dan shaleh, namun memasuki fase remaja ia terbawa arus pergaulan bebas. Hingga akhirnya ia tergelincir dengan pacaran dan puncaknya ia berzina.

Padahal sebelum ia berbuat maksiat seperti itu, sudah ada di belahan tempat berbeda, seseorang yang pada mulanya akan menjadi jodoh terbaik kita. Takdirnya mulai bergeser dan berubah. Orang tersebut tentu akan menikahi orang yang dizinainya. Naudzubillah

Ketiga, konsep jodoh di tangan Allah, memang betul. Hanya saja cara memaknainya tidak sesempit itu. Mirip seperti takdir hidup yang kita jalani saat ini. Kita diberi akal pikiran, hati dan panca indra agar bisa memilih jalan hidup yang mau ditempuh. Kita dituntut untuk bergerak dan berikhtiar dengan maksimal. Begitu pula soal jodoh. Memang Allah yang menggenggam takdir, apapun yang Allah inginkan maka pasti terjadi.

Jodoh kita akan terus di tangan Allah, kalau kita tak mengambilnya. Maksudnya ialah jodoh terbaik sudah disiapkan oleh yang Maha Rahman, tinggal diri kita yang bergerak dan berikhtiar menjemputnya. Bagaimana cara menjemputnya? Akan dibahas di bab berikutnya ya.

Keempat, takdir jodoh itu ghaib, seringkali tak bisa ditebak tebak oleh perasaan biasa. Ada orang yang mesti melalui episode berliku hingga akhirnya di akhir ia memperoleh jodoh terbaiknya.

Dari tadi kita bicara soal jodoh terbaik. Emang yang kayak gimana jodoh terbaik itu sih?

Jodoh terbaik adalah ia yang didatangkan dan dimudahkan kedatangannya bahkan bagi sebgian orang tak pernah disangka sangka. Begitu disandingkan dalam ikatan pernikahan muncul rasa sakinah (ketentraman dan kedamaian), waddah (cinta)  dan rahmah (rasa sayang yang terus tumbuh). Semakin lama menjalani usia pernikahan, semakin menambah keimanan kepada Allah. Hati kita menjadi bahagia karena Allah memberikan seseorang yang sangat sesuai kebutuhan diri kita, ia mampu mengimbangi dan melengkapi.

Perbedaan akan tumbuh jadi kekuatan dalam memecahkan berbagai problematika. Adapun Persamaan diantara keduanya akan terus menjadi nilai nilai kebaikan. Jodoh terbaik tak hanya mendampingi dan membawa kita ke puncak kebahagiaan di dunia, melaikan sampai ke kehidupan yang sesungguhnya kelak di akhirat.

Ukuran terbaik tidak dibatasi dengan material dan paras rupa. Ukuran terbaik dipandang dari aspek fungsi dan nilai dari pasangan yang menjadi jodoh kita tersebut. Ia menjadi pendorong kita tambah dekat dengan Allah. Sehingga Allah memberkahi kedua orang itu dalam suka dan duka, sebagimana yang selalu didoakan saat seseorang menikah.

Terakhir, jodoh ini adalah ujian. Ada orang yang harus jatuh bangun mengalami kepahitan dan penderitaan karena jodohnya serasa tak akan pernah ketemu. Ada juga yang Allah takdirkan bertemu lebih awal sehingga menikah lebih muda. Itu juga sama, ujian dari Allah. Apakah kita mampu bersabar dan bersyukur ketika Allah menetapkan ujian-Nya pada diri kita? Ikuti semua mekanisme sunnatullahnya, maka soal jodoh akan menjadi perkara yang mudah dan menjadi jalan kebaikan hidup di dunia dan kelak di akhirat. Secara lebih lengkap, akan dibahas di bab bab berikutnyanya.

advertise